Senin, 11 Maret 2013

Pupuk Bio Boost K-Link
TEKNOLOGI UNTUK PERTANIAN ORGANIK & MASA DEPAN KELESTARIAN LINKUNGAN


Pertanian kita sudah sangat tergantung pupuk kimia dan pestesida. Hal tersebut menyebabkan kerusakan tanah dan tanah pencemaran linkungan. Penggunaan pupuk kimia dan pestesida dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan tanah dan pencemaran lingkungan. Penggunaan pupuk kimia dan pestesida dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan residu bahan kimia didalam tanah yang berakibat menurunnya produktivitas lahan karena terganggunya keseimbangan proses biokimia dalam tanah.
BioBoost adalah pupuk hayati yang mengandung mikroorganisme tanah yang unggul, bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai hasil proses biokimia tanah. Kombinasi penggunaan BioBosst dengan pupuk kimia, pupuk kandang atau kompos akan sangat baik untuk meningkatkan produktivitas lahan sehingga hasil pertanian akan meningkat baik mutu maupun jumlah hasil panennya.

Keunggulan BioBoost :

1. Bentuk Cair Sehingga mudah dan cepat diserap oleh tanah

2. Mengandung bakteri unggul hasil proses isolasi dan pembiakan murni

3. Tidak mengandung yang bersifat najis seperti kotoran hewan dan tidak mengandung bakteri pathogen yang berbahaya ( E.Coli & Salmonella) sehingga aman bagi pelaksanaan di lapangan.

4. Mengandung hormon pertumbuhan alami Gibrelin, Sitokinin (Kiretin&Zeatin), serta Auksi ( AA ).

5. Meningkatkan kapasitas penyerapan tanah terhadap udara dan air.

6. Hasil panen meningkat 20% s/d 50% dari kondisi awal.

7. Menguraikan residu pestesida di dalam tanah.

8. Tidak ada efek samping yang merugikan.

9. Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman baik pertanian, perkebunan dan kehutanan.

10. Dapat digunakan pada berbagai jenis lahan.

Manfaat BioBoost :

1. Menghemat penggunaan pupuk kimia 50% s/d 60%

2. Meningkatkan jumlah pengikatan Nitrogen bebas oleh bakteri, artinya bakteri mampu memproduksi pupuk sendiri didalam tanah.

3. Meningkatkan proses biokimia didalam tanah sehingga unsur P ( Phospor ) dan K ( Kalium ) tersedia dalam jumlah yang cukup dan mudah diserap oleh tanaman.

4. Memperbaiki struktur tanah sehingga lebih subur.

5. Mempercepat pertumbuhan sehingga panen lebih cepat.

6. Hasil panen dapat memenuhi standar organic.

7. Meningkatkan kesehatan tanaman sehingga tanaman lebih tahan lama.

8. Hasil produk pertanian lebih sehat dan ramah lingkungan.

Perhatian Penting :

1. Aplikasi penggunaan pupuk Bioboost tidak boleh dicampurkan secara langsung ( bersamaan ) dengan pupuk kimia atau pestesida

2. Lakukan pemupukan Bioboost lebih dulu 3 s/d 5 hari sebelum pemupukan kimia

3. Pupuk Bioboost yang sudah dibuka kemasannya masih bias disimpan untuk digunakan pada pemupukan priode berikutnya selama belum tercampur dengan air.

Pedoman Aplikasi BioBoost :

* Padi.

Dosis yang dianjurkan 6 liter/Ha/musim tanam

Pengenceran :

Larutankan 1 liter pupuk Biobost dengan 25s/d50 liter air, aduk sampai rata diamkan beberapa saat sebelum digunakan.

Cara Penggunaan :

Pemupukan pertama :

3 hari sebelum tanam semprotkan/siramkan larutan pupuk secara merata kelahan sawah yang akan ditanami dengan dosis 2 liter pupuk BioBosst/ha.

Pemupukan kedua :

30 hari setelah tanam semprotkan/siramkan larutan pupuk secara merata dengan dosis 2 liter pupuk bioBoost/ha.

Pemupukan ketiga :

Pada saat primordial ( padi bunting ) semprotkan/siramkan larutan pupuk secara merata dengan dosis 2 liter pupuk BioBoost/ha pemupukan dilakukan sore hari.

Catatan :

Pemupukan kimia lakukan seperti jadwal biasanya dengan jumlah ( dosis ) pupuk kimia dikurangi 50%, usia panen akan lebih cepat sekitar 10 hari.

·
* Tanaman Semusim ( Usia Pendek ) Seperti jagung, tomat, cabai, sayuran dll.

Dosis Pemupukan :

4 s/d 5 liter per Ha

Pengenceran :

1 liter pupuk BioBoost encerkan dengan 50 s/d 100 liter air

Pemupukan Pertama :

Dilakukan pada waktu persiapan lahan minimal 3 hari sebelum tanam bibit atau benih dengan dosis 2 liter per ha.

Pemupukan berikutnya berikan setiap bulan dengan dosis 1 s/d 2 liter per ha.

Cara penyemprotan ke tanah di sekitar akar tanaman.

Penggunaan pupuk kimia dikurangi 50% dari biasanya.

·
* Tanaman Tahunan Seperti karet, sawit, jeruk, mangga, kopi, coklat, papaya dll

Dosis pemupukan tergantung jumlah tanaman perhektar.

Cara pemupukan :

1. Encerkan 1 liter pupuk BioBoost dengan 50 s/d 100 liter air.

2. Buat 4 lubang di sekitar tanaman dengan ukuran diameter lubang 5 s/d 7 cm dengan kedalaman 10 cm. Jarak lubang dari pangkal pohon sekitar 1 m.

3. Masukan ke dalam setiap lubang tersebut 1 gelas air larutan pupuk ( 250 ml )

4. Priode pemupukan 2 s/d 3 bulan sekali.

Khusus untuk pemupukan pada masa pembibitan dapat dilakukan dengan cara encerkan 1 liter pupuk dengan 100 liter air, lakukan penyemprotan pada bibit sampai tanah dalam polibag basah tetapi jangan sampai tergenang. Lakukan pengulangan setiap ½ bulan sekali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar